Global Protective Service

Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan kami. Hubungi kami untuk menyesuaikan solusi untuk kebutuhan keamanan anda. Global Protective Service (GPS) mengikuti proses yang sederhana dalam praktek layanan kami. Kami hanya merekrut dan mempertahankan staf yang berkualitas tinggi dengan keberanian, kehormatan, disiplin dan Trust dan etos kerja yang terbukti. Banyak staf kami telah direkrut dari perusahaan keamanan lainnya, masing-masing tertarik dengan tingkat tinggi kami membayar dan pelatihan karyawan programs. Setiap calon akan diperiksa dan harus lulus pemeriksaan latar belakang, wawancara dan pengujian lainnya sebelum kerja dengan GPS.

Jumat, 12 Agustus 2011

Mempromosikan diri tanpa Menjilat

Banyak cara untuk mencari perhatian di tempat kerja, baik itu dari teman-teman satu tim maupun dari atasan. Siapa sih yang tak ingin kelihatan menonjol di mata orang lain. Lebih-lebih dalam konteks pekerjaan, "menonjol" bisa membantu mempercepat kemajuan karier. Namun, berhati-hatilah. Keinginan yang terlalu menggebu untuk terlihat paling menonjol di antara yang lain di kantor, salah-salah bisa membuat Anda "over-acting". Bila ini terjadi, bukannya simpati atau penilaian yang positif yang Anda dapatkan melainkan justru label buruk, misalnya Anda bisa dicap sebagai penjilat. Memangnya Anda mau mendapatkan penghargaan sebagai The Most Likely to Kiss Some Boss Butt?


Oleh karenanya sebelum Anda beraksi di tempat kerja, pastikan dulu Anda mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:


  1. Apakah Anda tipe karyawan yang sebenarnya tidak memiliki keterampilan yang jelas dalam bidang tertentu, namun pintar memanfaatkan situasi dan mencari celah untuk mempromosikan diri?
  2. Apakah Anda suka membuatkan kopi untuk bos, sambil berusaha agar semua orang tahun bahwa Anda melakukannya?
  3. Apakah Anda selalu merasa punya andil dan jasa atas kesuksesan orang lain, padahal kenyataannya tidak demikian, atau andil dan jasa Anda tidak sebesar yang Anda gembar-gemborkan?
  4. Sebaliknya dari no.3, apakah Anda gemar mencari kesalahan orang lain untuk kegagalan pekerjaan Anda?
  5. Apakah Anda punya kebiasaan mengulur-ulur waktu meeting dengan komentar-komentar panjang yang "nggak penting", sekedar untuk menunjukkan bahwa Anda ada di situ?
  6. Apakah Anda suka menggosipkan teman-teman sekerja, dan menceritakan kekurangan mereka kepada atasan?
  7. Apakah Anda orang terakhir yang meninggalkan kantor padahal sebenarnya tak ada alasan apapun bagi Anda untuk pulang belakangan?

Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut "tidak", maka Anda memang bukan seorang penjilat. Namun, jika Anda masih ragu-ragu atau bahkan diam-diam mulai mengakui bahwa semua itu adalah kebiasaan Anda sehari-hari selama ini, maka Anda sebenarnya bukanlah karyawan yang berdedikasi seperti yang Anda pikirkan. Artinya, inilah saatnya bagi Anda untuk berubah, demi kesehatan karier Anda. Sebab, percayalah, di mana pun tak ada tempat bagi orang yang menempuh cara-cara yang bersifat menjilat dalam mengejar kemajuan karier di tempat kerja.

Jumat, 25 Maret 2011

Paket Tersebut Berisi Rangkaian Bom

Paket yang diduga bom di depan masjid Persis jalan Perintis Kemerdekaan No 2 kota Bandung yang ditujukan kepada Ketua Persis Maman Aburahman, ternyata bukan bom siap meledak, setelah di identifikasi tim Gegana Polda Jabar paket tersebut diduga berupa rangkaian bom yang belum jadi.
Dalam paket tersebut hanya ada 3 potongan pipa, 1 korek api berukuran besar, dua buah lampu neon dan Timer berupa jam tangan, yang di bungkus plastik warna hitam.
Namun saat ini tim identifikasi Polrestabes Kota Bandung masih menyelidiki pengirim paket tersebut.

Teror Bom di Masjid Persis Sidik Jari Pelaku Dikirim ke Mabes Polri via Satelit

Polisi memastikan isi paket yang ditunjukan untuk Ketua PP Persis Maman Abdurahman ialah rangkaian bom. Sidik jari pelaku yang berada di benda-benda dalam paket itu akan dikirim ke Mabes Polri via satelit.

"Sidik jari seluruh benda dalam paket itu dikirim ke Mabes Polri untuk diidentifikasi," jelas Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami dilokasi penguraian paket bom di lapang Saparua, Jalan Saparua, Kota Bandung, Jumat (25/3/2011).

Proses pencarian sidik jari pada benda-benda tersebut masih dilakukan pihak kepolisian. Petugas Inafis Unit Identifikasi Polda Jabar terlihat menaburkan serbuk untuk melacak jejak sidik jari pelaku.

"Sidik jari yang ada pada benda itu akan dikirim via satelit ke Mabes Polri sekarang dengan menggunakan alat yang berada di dalam mobil Inafis," jelas Endang.

Sementara salah seorang petugas Unit Identifikasi Polrestabes Bandung mengatakan kalau sidik jari akan discan dan dikirim secara langsung ke Mabes Polri via satelit. Nantinya, kata dia, sidik jari tersebut akan dicocokan dengan data jaringan teroris yang dimiliki Mabes Polri.

Sebuah benda mencurigakan diduga bom ditemukan di sekitar Masjid Persis Pusat, Jalan Viaduct, Kota Bandung, Jumat (25/3/2011), sekitar pukul 11.00 WIB. Paket itu ditujukan kepada Ketua PP Persis Maman Abdurahman. Namun tidak identitas pengirim di bungkusan itu.

Setelah diurai Tim Gegana Polda Jabar ternyata paket tersebut berisi rangkaian bom. Namun di dalam paket tidak ditemukan bahan peledak. Benda-benda rangkaian bom itu yakni dua buah lampu masing-masing ukuran 20 watt dan 5 watt, tiga buah rangkaian pipa beserta kabel hitam merah, sebuah kepala jam tangan, tiga buah korek api gas ukuran kecil dan satu buah korek api gas ukuran besar.

Minggu, 20 Maret 2011

Matikan HP, Handy Talky dan peralatan elektronik ketika sedang Menanggulangi Paket Yang Mencurigakan

Handphone / telepon seluler ternyata bisa lebih berbahaya daripada yang kita bayangkan, bukan karna radiasi sinyalnya atau pengaruh moralnya, tapi benar2 bisa membunuh. Tapi sebelumnya mari kita berpikir sejenak, kenapa kebanyakan di POM BENSIN yang agak bagus dan mungkin beberapa tempat yang penting terdapat tanda larangan memakai handphone? Apa mereka takut bensin akan terbakar kalo terkena radiasi sinyal? apa mereka tidak ingin sinyal radio / wireless mereka terganggu? (sinyal HP memang dapat mengganggu sinyal radio, karena itu dilarang menggunakannya ketika naik pesawat).

Namun ada alasan yang lebih kuat. Alasan sebenarnya adalah karena handphone dapat digunakan sebagai detonator sebuah bom. Masih belum tau detonator? singkatnya detonator adalah tombol untuk meledakkan bom, seperti yang sering kita liat di TV ato FILM.Kalo dulu detonator hanya bisa digunakan dalam radius ratusan meter dari bom, sekarang dengan HP bisa dilakukan dari belahan dunia lain! Campuran kalium klorat dengan aluminium powder dan belerang dan bahan aditif lain (tidak bisa disebutkan, berbahaya!) yang kemudian merangkai sel-sel bahan peledak itu. Kabel detonator digabung dalam sebuah electronic switch (ES), yang diberi catu daya dengan baterai. Bom akan meledak jika ES menyentak detonator itu dengan sengatan arus listriknya. Dari situ, penulis kemudian dirangkai dengan ES dalam sistem transmitter dan receiver (transceiver). ES punya kemampuan beroperasi walaupun signal yang diterima dari receiver sangat lemah, hanya beberapa milivolt, salah satunya sinyal HP.

Bayangkan kita sedang berlibur, kemudian menelpon sebuah nomor dan kemudian sebuah gedung di belahan dunia lain hancur berantakan, betapa canggihnya zaman ini. Inilah salah satu kemudhorotan dari kecanggihan zaman. Karena itu lebih berhati-hatilah dalam bepergian dan ketika berada di fasilitas umum yang ramai. Tapi yang paling penting jangan lupa selalu berdoa minta perlindungan Allah. Insya Allah kita selalu diberi keselamatan.