Global Protective Service

Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan kami. Hubungi kami untuk menyesuaikan solusi untuk kebutuhan keamanan anda. Global Protective Service (GPS) mengikuti proses yang sederhana dalam praktek layanan kami. Kami hanya merekrut dan mempertahankan staf yang berkualitas tinggi dengan keberanian, kehormatan, disiplin dan Trust dan etos kerja yang terbukti. Banyak staf kami telah direkrut dari perusahaan keamanan lainnya, masing-masing tertarik dengan tingkat tinggi kami membayar dan pelatihan karyawan programs. Setiap calon akan diperiksa dan harus lulus pemeriksaan latar belakang, wawancara dan pengujian lainnya sebelum kerja dengan GPS.

Minggu, 20 Maret 2011

Sketsa Wajah Kurir Bom Buku Utan Kayu

TRIBUNMANADO/Dany Permana
Kepala Bagian Penerangan Umum Kombes (Pol) Boy Rafli Amar, menunjukan skesta wajah yang diduga sebagai pengirim paket bom ke Kantor Berita 68H, Utan Kayu, di Kantor Humas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/3/2011). KBR68H dalam minggu ini dikirimi paket bom sebanyak dua kali, dan mencederai seorang anggota Kepolisian.

Polri melansir sketsa wajah kurir yang mengirimkan paket berisi bom di kantor berita KBR 68H, Utan Kayu, Jakarta Timur.

Sketsa wajah kurir ini dibuat berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang mengetahui langsung si kurir saat paket itu dikirim ke lokasi kejadian. 

"Jadi, yang bersangkutan diduga adalah orang yang berperan sebagai kurir paket bom yang di TKP-nya di Utan Kayu. Ini dibangun dari keterangan saksi. Lalu, kami minta bantuan ahli sketsa wajah," kata Kabag Penum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/3/2011).

Menurut Boy, bahwa ciri-ciri si kurir adalah berusia 30 tahun, tinggi 165 cm, pakaian berjaket hitam dan bertopi hitam, mata sayu, kulit sawo matang, serta berjenggot sedikit.

Jika ada warga yang mengetahui keberadaan orang dengan ciri-ciri tersebut, lanjut Boy, diharapkan segera melaporkannya ke kepolisian terdekat.

"Sementara ini, kami minta bantuan media untuk menyosialisasikan. Tentu sketsa ini digunakan dalam penyelidikan," ujar Boy.

Sebagaimana diberitakan, paket bom yang ditemukan di kantor KBR 68H meledak di lokasi seusai diotak-atik Kasar Reskrim Polrestro Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan, pada Selasa (15/3/2011).

Tiga bom paket lainnya ditemukan di tempat terpisah dan tidak meledak, yakni di kantor BNN, kediaman tokoh Pemuda Pancasila Yapto S, dan kediaman musisi Ahmad Dani.

Boy menambahkan, bahwa sketsa ini adalah untuk kurir bom paket Utan Kayu saja. "Kami duga bisa jadi ada orang lain yang peran jadi kurir untuk tiga tempat lainnya," imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar