Global Protective Service

Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan kami. Hubungi kami untuk menyesuaikan solusi untuk kebutuhan keamanan anda. Global Protective Service (GPS) mengikuti proses yang sederhana dalam praktek layanan kami. Kami hanya merekrut dan mempertahankan staf yang berkualitas tinggi dengan keberanian, kehormatan, disiplin dan Trust dan etos kerja yang terbukti. Banyak staf kami telah direkrut dari perusahaan keamanan lainnya, masing-masing tertarik dengan tingkat tinggi kami membayar dan pelatihan karyawan programs. Setiap calon akan diperiksa dan harus lulus pemeriksaan latar belakang, wawancara dan pengujian lainnya sebelum kerja dengan GPS.

Sabtu, 27 November 2010

Polda Jabar Segera Tertibkan Seragam Satpam

Polda Jawa Barat siap menertibkan atribut satuan pengamanan (satpam) yang menggunakan seragam mirip militer ataupun polisi.
Penertiban tersebut sesuai instruksi dari Markas Besar (Mabes) Polri yang menyebutkan akan menertibkan unsur satuan pengamanan, baik mindset profesi satpam maupun seragamnya. Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad menegaskan, Polda Jabar akan langsung menindaklanjuti kepada jajarannya untuk segera menertibkan atribut satpam yang menyalahi aturan tersebut.

Kami akan langsung tertibkan pakaian petugas keamanan swasta yang tidak menyalahi aturan,kata Dade Achmad saat Seputar Indonesia kemarin. Dia menegaskan, pihaknya akan menertibkan seragam satpam hingga 1 Juli mendatang sesuai instruksi Mabes Polri. Sehingga nantinya seluruh satpam memiliki seragam sesuai aturan, yakni pakaian dinas harian (PDH) mengenakan putih-biru dan pakaian dinas lapangan (PDL) birubiru, ujarnya.

Selain itu, satpam perlu dididik dan diberi kurikulum khusus, layaknya sebuah profesi sehingga bisa menjalankan tugas sesuai fungsinya. Seharusnya ada sekolahnya,satpam itu kanprofesi,tapi profesinya bukan untuk menakut-nakuti orang.Jadi mindset-nya harus diubah, tandasnya.

Dia menjelaskan, menjadi anggota satpam harus melalui tahapan latihan dan pendidikan untuk mendapatkan kartu tanda anggota, baik garda pratama, madia, dan utama.Salah satunya,mengikuti pendidikan dasar kepolisian sedikitnya 230 jam. Dalam menjalankan instruksi Mabes Polri tersebut, dalam wak tu dekat pihaknya juga akan mengumpulkan seluruh pimpinan perusahaan jasa penyediaan keamanan di Jawa Barat.

Tindakan Positif
Kriminolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yesmil Anwar menyambut positif rencana Polda Jabar dalam membenahi para anggota satpam tersebut. Menurutnya, langkah yang hendak diambil Polda Jabar untuk menertibkan pakaian satpam yang mirip militer atau polisi adalah tindakan positif.
Sebab, seragam yang telah dikenakan aparat militer atau Polri telah memiliki aturan perundang-undangan sendiri. Itu merupakan cara berpikir yang positif. Bukan berarti satpam tidak boleh mengenakan uniform, tapi semua telah memiliki aturan masing-masing yang harus ditaati.
Terlebih, secara simbolik antara aparat militer dan satpam ada tugas yang jelas yang membedakan antara keduanya, papar Yesmil. Selama ini,polisi dengan seragamnya merupakan aparat yang bertugas menjaga keamanan, sedangkan satpam hanya menjaga wilayah mereka. Jangan sampai anggota satpam mengenakan seragam militer untuk mencatut fungsi militer atau Polri dalam menjalankan tugasnya.(sumber:seputarindonesia) http://www.lodaya.web.id/?p=11174

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar